Kelompok iii
Mentari walalayo
eva kulapupin
denis nahuway
SEJARAH ILMU TEOLOGI PADA ZAMAN
GEREJA KUNO (100-600)
v BAPA-BAPA GEREJA
Ungkapan ”Bapa-Bapa Rasuli”
digunakan untuk para penulis agama yang mungkin mengenal salah satu rasul-rasul
Yesus atau mungkin telah diajar oleh murid-murid yang belajar dari para rasul.
Pada umumnya, para penulis tersebut hidup pada akhir abad pertama M hingga
pertengahan abad kedua. Di antara mereka adalah
Klemens dari Roma.
Tulisan-tulisan teologis
pastoral yang paling tua adalah karangan Bapa-bapa Rasuli yang disusun dalam
bahsa Yunani pada abad ke-2. Judul-judulnya antara lain didakhe (ajaran) dan
surat-surat Clemens (seorang uskup dari Roma).
Karangan ini membahas
soal-soal yang dihadapi jemaat-jemaat Kristen pada waktu itu, misalnya apa
makna dari perjanjian lama bagi gereja Kristen. Juga ada pergumulan bagaimana
menghadapi penganiayaan yang diderita oleh orang Kristen. Banyak laki-laki dan
perempuan yang menjadi martir karena tidak mau mengkhianati Yesus Kristus dan
ingin mempertahankan Iman Kristen mereka. Misalnya seorang perempuan bernama
Perpetua, pemimpin kelompok kecil orang Kristen, yang tidak mau mempersembahkan
kurban bagi dewa-dewa Negara. Akibat penolakannya itu, ia dibunuh kartago
(afrika utara) awal abad ke – 3.
Polikarpus rela mati martir ketimbang menyangkal iman
Kristennya. Konon, ia telah diajar oleh para rasul dan orang-orang lain yang
mengenal Yesus. Ia mengutip dari Alkitab, dan tampaknya ia berupaya menjunjung
prinsip-prinsip Kristen.
v SESUDAH BAPA-BAPA RASULI
Perkembangan teologi gereja
kuno sesudah Bapa-bapa Rasuli sebagai berikut :
1.
Pada tahun 391 agama Kristen ditetapkan sebagai agama resmi
Kekaisaran Romawi.
Agama Kristen bermula dari Timur Tengah dan
menyebar hingga ke Yunani
dan Mesir. Pada
awalnya, kedatangan agama baru ini bisa ditoleransi oleh orang Romawi. Namun
pada perkembangan selanjutnya, orang Romawi mulai khawatir akan penyebaran
agama Kristen yang begitu cepatnya. Mereka mengkhawatirkan agama ini akan
memecahbelah persatuan bangsa Romawi. Maka dimulailah pembantaian terhadap
orang-orang yang memeluk agama Kristen. Mereka dibunuh, ditindas atau dijadikan
umpan singa di arena sirkus.
Meskipun demikian, gerakan-gerakan bawah tanah orang Kristen tetap aktif
menyebarkan agama, mereka menjadikan Roma sebagai pusat gerakan mereka.
Hingga suatu ketika,
keadaan ini berubah ketika Constantinus
(280-337 Masehi), yang memeluk agama Kristen, berkuasa. Di bawah
kepemimpinannya, agama yang awalnya ditentang ini, mulai diterima dan bahkan
dikembangkan. Constantinus mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan orang
Kristen dari kehancuran. Ia juga menetapkan
agama Kristen sebagai agama negara di seluruh pemerintahan Kekaisaran
Romawi. Karena jasa-jasanya itulah, agama tersebut mulai tersebar bahkan
menjadi dominan di seluruh Eropa (karena ketika itu, Romawi menguasai hampir
seluruh daratan Eropa).
2.
Pada tahun 395, kekaisaran Romawi dibagi menjadi 2 wilayah :
bagian barat dan bagian Timur
Kaisar
Romawi ketika itu, Diocletian mulai mengalami kesulitan-kesulitan yang
serius dalam menjalankan pemerintahannya diatas daerah yang sangat luas,
kesulitan ini di antaranya :
- Daerah yang terlalu luas mengakibatkan koordinasi pusat dengan daerah lainnya terhambat, perlu waktu berbulan-bulan agar maklumat atau hukum dari pusat pemerintahan samapai ke daerah terpencil.
- Daerah yang terlalu luas itu juga mengakibatkan rendahnya pengawasan dan penjagaan dari serangan bangsa lain seperti Goth, Visigoth, Vandal dan Frank.
Diocletian melihat bahwa
Kekaisaran Romawi tidak akan bisa bertahan jika dipimpin oleh satu pemerintahan
saja, maka ia pun membagi Kekaisaran menjadi dua pada sekitar daerah timur Italia (lihat), dan menyebut pemimpinnya dengan sebutan Augustus
- Kekaisaran Romawi Bagian Barat dengan Diocletian sebagai Augustus bagi Wilayah Barat
- Kekaisaran Romawi Bagian Timur dengan Maximian, sahabat karib Diocletian, sebagai Augustus wilayah Wilayah Timur
Walaupun begitu, kekaisaran
Romawi pada saat itu tetap menjadi
suatu Kekaisaran tunggal, pemisahan menjadi Kekaisaran Romawi Barat dan
Kekaisaran Romawi Timur terjadi pada masa kepemimpinan Theodisius I.
3. Pada abad ke – 5, wilayah
Barat Kekaisaran Romawi makin tertekan oleh bangsa-bangsa-bangsa dari utara.
Setelah Kekaisaran Romawi di
bagi atas 2 wilayah, wilayah Barat mengalami keruntuhan. Masyarakat yang
mengalami penurunan pada usaha mereka di bidang pertanian, sehingga nilai
inflasi keuangan Negara mengalami penurunan. Akhirnya, masyarakatpun
mengalihkan usaha mereka ke bidang Pertanian. Keamanan Negara menjadi tidak
terjamin.
Tepat pada tahun 476,
Odouker menamakan dirinya sebagai raja Germania di italia. Romawi barat
terpecah menjadi beberapa kerajaan yang diperintah oleh raja-raja Germania.
Seperti Goth Timur, Goth Barat, Burgundia, Vandal, Lambordiadan Timur memiliki
wilayah meliputi: Semenanjung Balkan, Asia Kecil (sampai Armenia), Syiria
sampai Eufrat dan Romawi Timur praktis putus. Romawi Timur dapat bertahan
sampai tahun 1453 dengan melakukan perdagangan dan sampai serangan dari bangsa
Barbar Konstatinopel dikuasai oleh Sultan Muhammad II dari Turki-Kaisar Romawi
Timur yang terkenal adalah Yustinianus.
v MASALAH-MASALAH TEOLOGIS
Dalam perode ini, terdapat masalah-masalah teologis yang tak
kalah pentingnya, yaitu:
a)
Perbedaan Kanon antara
Gereja Kristen Katolik dan Protestan
b)
Pergumulan untuk merumuskan Keesaan Allah seperti dia
menyatakan diri kepada kita
c)
Perumusan mengenai Yesus Kritus sebagai yang sehakikat
d)
Pengakuan Iman Rasuli pada abad ke-4 menerima bentuknya, dan
sampai sekarang masih dipakai.
v KAUM PEREMPUAN
Pada periode, kaum perempuan masih belum diizinkan untuk
tampil di depan umum. Hanyalah seorang istri Kaisar, Eudokia yang pernah
menulis karyanya dalam bidang sejarah gereja.