Minggu, 15 Desember 2013

Mentari Walalayo


Kelompok iii

Mentari walalayo

eva kulapupin

denis nahuway


 
SEJARAH ILMU TEOLOGI PADA ZAMAN GEREJA KUNO (100-600)

v  BAPA-BAPA GEREJA

Ungkapan ”Bapa-Bapa Rasuli” digunakan untuk para penulis agama yang mungkin mengenal salah satu rasul-rasul Yesus atau mungkin telah diajar oleh murid-murid yang belajar dari para rasul. Pada umumnya, para penulis tersebut hidup pada akhir abad pertama M hingga pertengahan abad kedua. Di antara mereka adalah Klemens dari Roma.
Tulisan-tulisan teologis pastoral yang paling tua adalah karangan Bapa-bapa Rasuli yang disusun dalam bahsa Yunani pada abad ke-2. Judul-judulnya antara lain didakhe (ajaran) dan surat-surat Clemens (seorang uskup dari Roma).
Karangan ini membahas soal-soal yang dihadapi jemaat-jemaat Kristen pada waktu itu, misalnya apa makna dari perjanjian lama bagi gereja Kristen. Juga ada pergumulan bagaimana menghadapi penganiayaan yang diderita oleh orang Kristen. Banyak laki-laki dan perempuan yang menjadi martir karena tidak mau mengkhianati Yesus Kristus dan ingin mempertahankan Iman Kristen mereka. Misalnya seorang perempuan bernama Perpetua, pemimpin kelompok kecil orang Kristen, yang tidak mau mempersembahkan kurban bagi dewa-dewa Negara. Akibat penolakannya itu, ia dibunuh kartago (afrika utara) awal abad ke – 3.
Polikarpus rela mati martir ketimbang menyangkal iman Kristennya. Konon, ia telah diajar oleh para rasul dan orang-orang lain yang mengenal Yesus. Ia mengutip dari Alkitab, dan tampaknya ia berupaya menjunjung prinsip-prinsip Kristen.


v  SESUDAH BAPA-BAPA RASULI

Perkembangan teologi gereja kuno sesudah Bapa-bapa Rasuli sebagai berikut :
1.      Pada tahun 391 agama Kristen ditetapkan sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi.

Agama Kristen bermula dari Timur Tengah dan menyebar hingga ke Yunani dan Mesir. Pada awalnya, kedatangan agama baru ini bisa ditoleransi oleh orang Romawi. Namun pada perkembangan selanjutnya, orang Romawi mulai khawatir akan penyebaran agama Kristen yang begitu cepatnya. Mereka mengkhawatirkan agama ini akan memecahbelah persatuan bangsa Romawi. Maka dimulailah pembantaian terhadap orang-orang yang memeluk agama Kristen. Mereka dibunuh, ditindas atau dijadikan umpan singa di arena sirkus. Meskipun demikian, gerakan-gerakan bawah tanah orang Kristen tetap aktif menyebarkan agama, mereka menjadikan Roma sebagai pusat gerakan mereka.
Hingga suatu ketika, keadaan ini berubah ketika Constantinus (280-337 Masehi), yang memeluk agama Kristen, berkuasa. Di bawah kepemimpinannya, agama yang awalnya ditentang ini, mulai diterima dan bahkan dikembangkan. Constantinus mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan orang Kristen dari kehancuran. Ia juga menetapkan agama Kristen sebagai agama negara di seluruh pemerintahan Kekaisaran Romawi. Karena jasa-jasanya itulah, agama tersebut mulai tersebar bahkan menjadi dominan di seluruh Eropa (karena ketika itu, Romawi menguasai hampir seluruh daratan Eropa).



2.      Pada tahun 395, kekaisaran Romawi dibagi menjadi 2 wilayah : bagian barat dan bagian Timur
 Kaisar Romawi ketika itu, Diocletian mulai mengalami kesulitan-kesulitan yang serius dalam menjalankan pemerintahannya diatas daerah yang sangat luas, kesulitan ini di antaranya :
  • Daerah yang terlalu luas mengakibatkan koordinasi pusat dengan daerah lainnya terhambat, perlu waktu berbulan-bulan agar maklumat atau hukum dari pusat pemerintahan samapai ke daerah terpencil.
  • Daerah yang terlalu luas itu juga mengakibatkan rendahnya pengawasan dan penjagaan dari serangan bangsa lain seperti Goth, Visigoth, Vandal dan Frank.
Diocletian melihat bahwa Kekaisaran Romawi tidak akan bisa bertahan jika dipimpin oleh satu pemerintahan saja, maka ia pun membagi Kekaisaran menjadi dua pada sekitar daerah timur Italia (lihat), dan menyebut pemimpinnya dengan sebutan Augustus
  • Kekaisaran Romawi Bagian Barat dengan Diocletian sebagai Augustus bagi Wilayah Barat
  • Kekaisaran Romawi Bagian Timur dengan Maximian, sahabat karib Diocletian, sebagai Augustus wilayah Wilayah Timur
Walaupun begitu, kekaisaran Romawi pada saat itu tetap menjadi suatu Kekaisaran tunggal, pemisahan menjadi Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur terjadi pada masa kepemimpinan Theodisius I.


3.      Pada abad ke – 5, wilayah Barat Kekaisaran Romawi makin tertekan oleh bangsa-bangsa-bangsa dari utara.

Setelah Kekaisaran Romawi di bagi atas 2 wilayah, wilayah Barat mengalami keruntuhan. Masyarakat yang mengalami penurunan pada usaha mereka di bidang pertanian, sehingga nilai inflasi keuangan Negara mengalami penurunan. Akhirnya, masyarakatpun mengalihkan usaha mereka ke bidang Pertanian. Keamanan Negara menjadi tidak terjamin.
Tepat pada tahun 476, Odouker menamakan dirinya sebagai raja Germania di italia. Romawi barat terpecah menjadi beberapa kerajaan yang diperintah oleh raja-raja Germania. Seperti Goth Timur, Goth Barat, Burgundia, Vandal, Lambordiadan Timur memiliki wilayah meliputi: Semenanjung Balkan, Asia Kecil (sampai Armenia), Syiria sampai Eufrat dan Romawi Timur praktis putus. Romawi Timur dapat bertahan sampai tahun 1453 dengan melakukan perdagangan dan sampai serangan dari bangsa Barbar Konstatinopel dikuasai oleh Sultan Muhammad II dari Turki-Kaisar Romawi Timur yang terkenal adalah Yustinianus.


v  MASALAH-MASALAH TEOLOGIS

Dalam perode ini, terdapat masalah-masalah teologis yang tak kalah pentingnya, yaitu:

a)      Perbedaan Kanon  antara Gereja Kristen Katolik dan Protestan
b)      Pergumulan untuk merumuskan Keesaan Allah seperti dia menyatakan diri kepada kita
c)      Perumusan mengenai Yesus Kritus sebagai yang sehakikat
d)     Pengakuan Iman Rasuli pada abad ke-4 menerima bentuknya, dan sampai sekarang masih dipakai.


v  KAUM PEREMPUAN
Pada periode, kaum perempuan masih belum diizinkan untuk tampil di depan umum. Hanyalah seorang istri Kaisar, Eudokia yang pernah menulis karyanya dalam bidang sejarah gereja.